Wednesday, June 18, 2014

Metode Penelitian

Metode penelitian adalah suatu cara atau prosedur yang dipergunakan untuk melakukan penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian. Salah satu metode pengembangan sistem informasi yang sering digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC).

Terdapat beberapa model yang ada pada SDLC, yaitu :
1. Waterfall (air terjun)
2. Increment Prototype
4. Rapid Application Development
5. Prototyping Model


Model Waterfall
Waterfall, merupakan SDLC tertua karena sifatnya yang natural. Urutan SDLC waterfall ini bersifat serial dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem. Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
Kekurangan Metode Waterfall :

  1. Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
  2. Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
  3. Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
Kelebihan Metode Waterfall : 
  1. Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
  2. Cocok untuk system software berskala besar.
  3. Cocok untuk system software yang bersifat generic.
  4. Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.

Model prototyping
Prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Prototyping, dimulai dengan pengumpulan kebutuhan, mendefinisikan objektif keseluruhan dari software, mengidentifikasikan segala kebutuhan, kemudian dilakukan “perangcangan kilat” yang difokuskan pada penyajian aspek yang diperlukan.
Kelebihan :
  1. Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
  2. Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
  3. Untuk digunakan secara standalone.
  4. Digunakan untuk memperluas SDLC.
  5. Mempersingkat waktu pengembangan Sistem Informasi
Kekurangan :
  1. Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  2. Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
  3. Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
  4. Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
  5. Protype terlalu cepat selesai

Rapid Application Development (RAD)
Rapid Application Development (RAD) adalah model dengan kegiatan dimulai pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembangkitan aplikasi dan pengujian.

Keuntungan RAD :
  1. Tampilan yang lebih standar dan nyaman.
  2. Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena cenderung mengabaikan kualitas.
  3. Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-alat bantuan (CASE tools).
  4. Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim secara keseluruhan.
  5. Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan wizard.
  6. Ketelitian menjadi berkurang karena tidak menggunakan metode yang formal dalam melakukan pengkodean.
  7. Kurang efisien karena apabila melakukan pengkodean dengan menggunakan tangan bisa lebih efisien.
  8. Kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses.
  9. Membutuhkan biaya tersendiri untuk membeli peralatan-peralatan penunjang seperti misalnya software dan hardware.
  10. Dengan melakukan pembelian belum tentu bisa menghemat biaya dibanding-kan dengan mengembangkan sendiri.

Kerugian RAD :
  1. Fasilitas yang tidak perlu terkadang harus disertakan, karena menggunakan komponen yang sudah jadi, sehingga hal ini membuat biaya semakin meningkat.
  2. Sistem sulit diaplikasikan di tempat yang lain.
  3. Fasilitas-fasilitas banyak yang dikurangi karena terbatasnya waktu yang tersedia.
  4. Lebih banyak terjadi kesalahan apabila hanya mengutamakan kecepatan diban-dingkan dengan biaya dan kualitas.
Increment Prototype
Model incremental menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linier (diimplementasikan secara berulang) dengan filosofi prototype interatif. Model ini memakai urutan-urutan linier di dalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan perangkat lunak yang kemudian dapat disampaikan kepada pengguna.


Kelebihan Penggunaan Incremental Model :
  1. Merupakan model dengan manajemen yang sederhana.
  2. Pelanggan tidak perlu menunggu sampai seluruh system dikirim untuk mengambil keuntungan dari system tersebut. Inkremen yang pertama sudah memenuhi persyaratan mereka yang paling kritis, sehingga perangkat lunak dapat segera digunakan.
  3. Pelanggan dapat memakai inkremen yang pertama sebagai bentuk prototype dan mendapatkan pengalaman yang dapat menginformasikan persyaratan untuk inkremen system berikutnya.
  4. Resiko untuk kegagalan proyek secara keseluruhan lebih rendah. Walaupun masalah dapat ditemukan pada beberapa inkremen, bias saja beberapa inkremen diserahkan dengan sukses kepada pelanggan.
  5. Karena layanan dengan prioritas tertinggi diserahkan pertama dan inkremen berikutnya diintegrasikan dengannya, sangatlah penting bahwa layanan system yang paling penting mengalami pengujian yang paling ketat. Ini berarti bahwa pelanggan akan memiliki kemungkinan kecil untuk memenuhi kegagalan perangkat lunak pada inkremen system yang paling kecil.

Kekurangan Penggunaan Incremental Model :
  1. Inkremen harus relative lebih kecil (tidak lebih dari 20.000 baris kode) dan setiap inkremen harus menyediakan sebagian dari fungsional system
  2. Adanya kesulitan untuk memetakan persyaratan pelanggan pada inkremen dengan ukuran yang benar.



Referensi :



Penulisan Referensi

Referensi merupakan sumber data yang digunakan oleh penulis untuk membuat suatu karya tulis baik berupa gambar, rumusan, maupun informasi lainnya. Referensi harus ditulis ketika penulis mengutip data dari karya orang lain agar tidak dikategorikan sebagai plagiat.

Terdapat beberapa teknik penulisan referensi yang paling umum digunakan yaitu :
1. Author-Date system (Harvard system dan lain-lain).
2. Numerical system (Vancouver system dan lain-lain).

Sistem Author-Date 
Penulisan In-Text Referensi pada Sistem Author-Date
Pada saat penulisan referensi pada teks (in-text reference, pada umumnya pada bab tinjauan pustaka), maka hal-hal yang harus kita tuliskan antara lain : 
1. Nama pengarang atau editor atau organisasi, tetapi bukan nama inisial dan tanpa gelar.
2. Tahun publikasi.
3. Halaman dimana informasi itu berada (jika memungkinkan dan terdapat nomor halaman). 

Sebagai contoh :
Ketinggian ombak pada suatu daerah sangat ditentukan oleh jenis sedimen pada daerah tersebut (Brotoseno, 2011).
Brotoseno (2011) menyatakan bahwa ketinggian ombak suatu daerah sangat ditentukan oleh jenis sedimen pada daerah tersebut. 
Penulisan juga dapat ditambah dengan informasi halaman (“p.”= page, “pp.”= page to page), sebagai contoh: 
McGiver (2010, p.19) menyatakan bahwa pencairan es di kutub seluas seratus ribu kilometer persegi akan mengakibatkan kenaikan suhu global sebesar dua derajat celcius.
Atau jika lebih dari satu halaman referensi
McGiver (2010, pp.19-23) menyatakan bahwa pencairan es di kutub seluas seratus ribu kilometer persegi akan mengakibatkan kenaikan suhu global sebesar dua derajat celcius. 
Apabila terdapat satu, atau dua pengarang atau editornya, maka kita menuliskan seluruh nama pengarang atau editornya, sebagai contoh :  
McGiver dan Philips (2010, p.19) menyatakan bahwa pencairan es di kutub seluas seratus ribukilometer persegi akan mengakibatkan kenaikan suhu global sebesar dua derajat celcius. 
Namun apabila terdapat lebih dari dua pengarang, maka cukup ditulis satu pengarang atau editornya saja (umumnya ketua tim) ditambah dengan “et al.” atau “dkk.”, sebagai contoh : 
Pencairan es di kutub seluas seratus ribu kilometer persegi akan mengakibatkan kenaikan suhu global sebesar dua derajat celcius (McGiver et al., 2010). 
Jika terdapat lebih dari satu sumber referensi data atau informasi yang kita gunakan, maka penulisan antar sumber referensi dipisahkan dengan tanda “;” sebagai contoh:
Pencairan es di kutub seluas seratus ribu kilometer persegi akan mengakibatkan kenaikan suhu global sebesar dua derajat celcius (McGiver et al., 2010 ; Brotoseno, 2011).  




Sumber :
http://www.polman-babel.ac.id/upload/files/TeknikPenulisanReferensiKaryaIlmiah.pdf 

Analisis Penelitian

Kata analysis berasal dari bahasa Greek (Yunani), terdiri dari kata “ana” dan “lysis“. Ana artinya atas (above), lysis artinya memecahkan atau menghancurkan. Secara difinitif ialah: ”Analysis is a process of resolving data into its constituent components to reveal its characteristic elements and structure” Ian Dey (1995: 30). Agar data bisa dianalisis maka data tersebut harus dipecah dahulu menjadi bagian-bagian kecil (menurut element atau struktur), kemudian menggabungkannya bersama untuk memperoleh pemahaman yang baru. Analisa data merupakan proses paling vital dalam sebuah penelitian. Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa dalam analisa inilah data yang diperoleh peneliti bisa diterjemahkan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Maka dari itu, perlu kerja keras, daya kreatifitas dan kemampuan intelektual yang tinggi agar mendapat hasil yang memuaskan. Analisis data berasal dari hasil pengumpulan data. Sebab data yang telah terkumpul, bila tidak dianalisis hanya menjadi barang yang tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang mati, data yang tidak berbunyi. Oleh karena itu, analisis data di sini berfungsi untuk mamberi arti, makna dan nilai yang terkandung dalam data itu (M. Kasiram, 2006: 274).
Analisi data adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verivikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai social, akademis dan ilmiah. Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.
Tujuan analisis data, antara lain sebagai berikut :
  1. Memaknai data yang telah diperoleh untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang telah diajukan.
  2. Memperlihatkan hubungan antara variable-variabel yang terdapat dalam penelitian
  3. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan dalam memperoleh data
  4. Memperoleh dasar-dasar untuk membuat kesimpulan.
Adapun bentuk-bentuk analisis data dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif dalam suatu penelitian dapat didekati dari dua sudut pendekatan, yaitu analisis kuantitatif secara deskriptif, dan analisis kuantitatif secara inferensial. Masing-masing pendekatan ini melibatkan pemakaian dua jenis statistik yang berbeda. Yang pertama menggunakan statistik deskriptif dan yang kedua menggunakan stastistik inferensial. Kedua jenis statistik ini memiliki karakteristik yang berbeda, baik dalam hal teknik analisis maupun tujuan yang akan dihasilkannya dari analisisnya itu (lihat Sudijono:1987:4)
Analisis kuantitatif deskriptif
Mengenai data dengan statistik deskriptif peneliti perlu memperhatikan terlebih dahulu jenis datanya. Jika peneliti mempunyai data diskrit, penyajian data yang dapat dilakukan adalah mencari frekuensi mutlak, frekuensi relatif (mencari persentase), serta mencari ukuran tendensi sentralnya yaitu: mode, mediandan mean (lebih lanjut lihat Arikunto, 1993: 363). 
Analisis Kuantitatif Inferensial

Pemakaian analisis inferensial bertujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang dapat digeneralisasikan  secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Di sini seorang peneliti akan selalu berhadapan dengan hipotesis nihil (Ho) sebagai dasar penelitiannya untuk diuji secara empirik dengan statistik inferensial. 
Analisa Kualitatif

Analisa Kualitatif artinya peneliti menganalisa dengan menggunakan kalimat-kalimat deskriptif dari data yang ada (bisa data kuantitatif maupun data kualitatif), seperti pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran.
Data kualitatif dapat dipilah menjadi tiga jenis (Patton, 1990):
  1. Hasil pengamatan: uraian rinci tentang situasi, kejadian, interaksi, dan tingkah laku yang diamati di lapangan.
  2. Hasil pembicaraan: kutipan langsung dari pernyataan orang-orang tentang pengalaman, sikap, keyakinan, dan pemikiran mereka dalam kesempatan wawancara mendalam
  3. Bahan tertulis: petikan atau keseluruhan dokumen, surat-menyurat, rekaman, dan kasus sejarah.
Terdapat perbedaan-perbedaan antara data kualitatif dan data kuantitatif (Sitorus, 1998):
  1. Data kualitatif adalah data mentah dari dunia empiris. Data kualitatif itu berujud uraian terinci, kutipan langsung, dan dokumentasi kasus. Data ini dikumpulkan sebagai suatu cerita terbuka (open-ended narrative) , tanpa mencoba mencocokkan suatu gejala dengan kategori baku yang telah ditetapkan sebelumnya, sebagaimana jawaban pertanyaan dalam kuesioner. 
  2. Data kualitatif adalah tangkapan atas perkataan subyek penelitian dalam bahasanya sendiri. Pengalaman orang diterangkan secara mendalam, menurut makna kehidupan, pengalaman, dan interaksi sosial dari subyek penelitian sendiri. Dengan demikian peneliti dapat memahami masyarakat menurut pengertian mereka sendiri. Hal ini berbeda dari penelitian kuantitatif, yang membakukan pengalaman responden ke dalam kategorikategori baku peneliti sendiri.
  3. Data kualitatif bersifat mendalam dan rinci, sehingga juga bersifat panjang-lebar. Akibatnya analisis data kualitatif bersifat spesifik, terutama untuk meringkas data dan menyatukannya dalam suatu alur analisis yang mudah dipahami pihak lain. Sifat data ini berbeda dari data kuantitatif yang relatif lebih sistematis, terbakukan, dan mudah disajikan dalam format ringkas.  





Sumber :
Sudijono, Anas, 1987, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.
Arikunto, Suharsimi, 1993, Manajemen Penelitian,  Jakarta: Rineka Cipta.
Patton, MQ. 1990. Qualitative Evaluation Methods. SAGE. Beverly Hills.
Sitorus, MTF. 1998. Penelitian Kualitatif: Suatu Perkenalan. Dokis. Bogor.

Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan suatu daftar buku-buku atau artikel yang digunakan sebagai acuan atau referensi dalam suatu penulisan karya ilmiah. Petunjuk penulisan daftar pustaka untuk tugas akhir  Politeknik Negeri Semarang mengikuti ketentuan berikut. Secara umum, urutan unsur bahan pada daftar pustaka adalah sebagai berikut:
  1. Buku  :  Nama. Tahun. Judul buku. Tempat: Penerbit. 
  2. Jurnal :  Nama. Tahun. “Judul Artikel”. Nama Jurnal. Volume. Nomor.
  3. Koran :  Nama. Tahun. “Judul Artikel”. Nama Koran. Tanggal. Halaman.
  4. Makalah :  Nama. Tahun. Judul Makalah. Makalah disampaikan dalam ...nama pelatihan/seminar. Tanggal . Kerja sama.
  5. Internet : Nama. Tahun. Judul Artikel. Website. Tanggal unduh.
  6. Terjemahan : Nama .Tahun. Judul Buku. Penerjemah. Tempat: Penerbit.
Pengetikan daftar pustaka dilakukan dengan cara berikut:
  1. Bahan pustaka yang dicantumkan dalam daftar pustaka hanya buku, artikel, makalah, laporan yang dirujuk (dikutip) dalam pembahasan tugas akhir. 
  2. Penulis yang sama dengan bahan pustaka berbeda, penyebutan nama penulis pada buku kedua cukup diganti dengan garis putus (----------). 
  3. Jarak antarbaris pada satu bahan pustaka satu spasi, sedangkan jarak antarbahan pustaka dua spasi. 

Berikut dikemukakan beberapa contoh penyajian daftar pustaka baik dari buku, majalah, koran, jurnal, dan internet. 
Bahan pustaka berupa buku 
Eneste, Panusuk. 2005. Buku Pintar Penyuntingan Naskah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. (satu penulis) Kertonegoro, Bambang Djadmo dan Syamsul Arifin Siradz. 2006. Kamus Istilah Tanah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. (dua penulis) Adikususmo, Supardjo. 1994. Kurikulum untuk Abad ke-21: Kekentalan Penguasaan ilmu sebagai Referensi. Jakarta: PT Gramedia. (kumpulan artikel) Direktorat Jenderal Bina Marga, 1997. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. Jakarta. (Buku ditulis lembaga) Undang-Undang No.20. 2003. Sistem Pendidikan Nasional. (Dokumen resmi Indonesia. Fessenden,R.J. dan J.S. Fessenden. 1999. Kimia Organik. Jilid 1. Terjemahan Aloysius Hadyana Pudjaatmaka. Jakarta: Erlangga. (Terjemahan) 
Artikel dari jurnal, internet, koran, jurnal, atau majalah
Stanic, Milan P. 2003.  Traffic Control Linux QoS Control Tool. http://rns-nis.co.yu/mps/linux-tc.html,(12 Mei 2006). (Internet) Goro, Garup Lambang. 2008. ”Studi Analisis Stabilitas pada Lereng Galian dengan   Metode Elemen Hingga”. (Jurnal)Wahana Teknik Sipil. Volume 12, Nomor 3, Semarang. (artikel jurnal/majalah) Makhrus, Moh. 2008. ”Mendamba Taman Bacaan di Kendal”. Suara   Merdeka. 14 Juli. Hlm. L (Koran) Suara Merdeka. 2008. Penertiban Iklan Mobil. 14 Juli. Hlm. B.(Koran) 
Artikel dari makalah/tugas akhir/Laporan 
Lumintaintang, Yayah B. Mugnisjah. Teknis Penulisan Laporan Ilmiah. Makalah disampaikan dalam Penataran Penyuntingan Majalah Ilmiah. Yogyakarta, 9 – 12 Desember 1996.  Kerja sama antara PDII – LIPI, Menristek, Dikti, Ikapindo, dan UII. (Makalah) Yanuarto, Bayu. 2006. Modifikasi Unit Produksi Stadiumsebagai Upaya Penghemanatan Biaya Perawatan Pertamina Unit pengolahan IV Cilacap. Tugas akhiSemarang: Jurusan Teknik Mesin Polines. (Tugas akhir) 

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan saran merupakan bagian terakhir dari sebuah karya ilmiah. Kesimpulan merupakan ringkasan dari seluruh isi pembahasan karya ilmiah. Saran merupakan hal-hal yang perlu disampaikan berdasarkan karya ilmiah yang telah dibuat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah di masa depan.
Hal-hal yang harus ada dalam kesimpulan dan saran :
  1. Isi dalam kesimpulan harus berupa analisis kajian pustaka dan juga merepresentasikan dari karya ilmiah yang dibuat. Dapat berupa kesimpulan dari pembahasan karya ilmiah.
  2. Kesimpulan dalam karya ilmiah dapat disusun berdasarkan gambaran singkat mengenai isi pembahasan karya ilmiah yang bersangkutan.
  3. Kesimpulan tidak boleh menyimpang dari pembahasan karya ilmiah yang bersangkutan.
  4. Isi dalam kesimpulan sebaiknya mengandung saran-saran yang ditujukan kepada pembaca.

Contoh penulisan :


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
  1. Sistem Informasi Simpan Pinjam pada KPRI Sejahtera dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem informasi ini berbentuk halaman web dan dapat dibuka dengan menggunakan web browser. Anggota dapat mengakses data transaksi pribadi menggunakan aplikasi android.
  2. Dengan menggunakan Sistem Informasi Simpan Pinjam pengolahan data simpan pinjam menjadi lebih mudah, pembuatan laporan lebih cepat dengan data akurat.
5.2 Saran
  1. Sistem informasi ini dapat dikembangkan dengan penambahan sistem informasi unit toko di masa yang akan datang.
  2. Penggunaan aplikasi android dapat ditingkatkan dengan menambah sistem scan QR Code untuk mempermudah sistem informasi unit toko dan dapat ditambah dengan sistem informasi stok barang dengan input menggunakan android.

Thursday, March 20, 2014

Langkah-langkah Penelitian

Penelitian merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari kebenaran akan sesuatu. Dalam membuat suatu penelitian, terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti, yaitu : mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah, menyusun kerangka pemikiran, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis secara empirik, melakukan pembahasan, menarik kesimpulan.
Maka pada tugas akhir Rancang Bangun Dan Implementasi Sistem Informasi KPRI “Sejahtera” Kalikajar Dengan Menggunakan Android, dapat dilakukan langkah-langkah metode penelitian sebagai berikut :
1.  Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah.
    Pengolahan data yang dilakukan masih bersifat manual dan terpisah-pisah, mulai dari data simpanan, jual beli, hingga perhitungan laporan keuangan. Belum adanya sistem informasi yang terintegrasi dengan database yang dapat melakukan pengolahan data secara otomatis yang dapat diakses secara mobile.

2.  Menyusun kerangka pemikiran
     Penyusunan kerangka pemikiran pada tugas akhir ini diantaranya :
  • Melakukan studi literatur untuk memperoleh segala macam informasi yang diperlukan baik melalui buku, jurnal, internet, dll sebagai pendukung dalam pembuatan tugas akhir.
  • Melakukan observasi langsung ke koperasi untuk memperoleh data-data yang akurat sehingga dapat   membuat desain sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Membuat sistem informasi menggunakan bahasa pemrograman php, kemudian bahasa pemrograman android.
  • Melakukan pengujian apakah sistem yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan dan dapat berjalan dengan baik.
3.  Merumuskan hipotesis
     Dengan adanya sistem informasi koperasi ini, proses pengolahan data akan lebih mudah dan efisien. Kecepatan akses sistem informasi koperasi bergantung pada kualitas sinyal dan bandwidthnya.

4.  Menguji hipotesis secara empirik
    Setelah merumuskan hipotesis, hipotesis tersebut akan diuji kebenarannya dengan mencoba mengakses sistem informasi menggunakan sim card yang berbeda-beda dan dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

5.   Melakukan pembahasan
   Setelah sistem selesai dibuat, maka dapat dilakukan pengujian sistem dengan memasukkan data-data koperasi yang telah ada dan mengaksesnya. Kemudian, dilakukan analisi terhadap pengujian sistem yang dilakukan.

6.  Menarik kesimpulan.
   Hasil yang diperoleh dari analisis dan pembahasan akan ditarik kesimpulan dimana hipotesis tersebut terbukti kebenarannya. Dengan adanya sistem informasi koperasi ini maka pengolahan data akan lebih mudah dan efisien dibandingkan apabila dilakukan secara manual.


Wednesday, March 12, 2014

Metodologi Penelitian (1)

Judul : Rancang Bangun Dan Implementasi Sistem Informasi KPRI “Sejahtera” Kalikajar Dengan Menggunakan Android.

Latar Belakang :
Perkembangan teknologi saat ini khusunya dalam bidang telekomunikasi telah berkembang dengan pesat. Hampir setiap aspek kehidupan dalam masyarakat telah memanfaatkan teknologi telekomunikasi untuk kebutuhan sehari-hari. Di berbagai instansi-instansi bahkan telah menggunakan komputerisasi pada sistem informasinya yang dapat dijangkau oleh setiap orang di manapun dan kapan saja. Sistem informasi tersebut dapat dengan mudah di akses melalui web yang terhubung dengan jaringan internet. Tidak hanya itu, telah banyak bermunculan teknologi smartphone yang dapat terhubung dengan internet sehingga sangat memudahkan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. 
Namun demikian, perkembangan teknologi telekomunikasi tersebut belum di implementasikan pada instansi-instansi seperti KPRI "Sejahtera" Kalikajar. Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang perseorangan demi kepentingan bersama. KPRI "Sejahtera" Kalikajar merupakan salah satu jenis koperasi konsumsi berbasis ekonomi kerakyatan yang bergerak pada bidang usaha penyediaan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, perabot rumah tangga, dll. Walaupun merupakan instansi kecil, namun KPRI “Sejahtera” sangat aktif dalam membantu kesejahteraan anggotanya yang berada pada kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo.
Saat ini, proses pengelolaan data KPRI “Sejahtera” Kalikajar masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan program Microsoft Excel. Proses pengelolaan data tersebut dianggap kurang efisien karena belum ada suatu sistem database yang dapat mengolah data secara otomatis. Untuk itulah perlu di adakan sebuah sistem informasi yang menggunakan web server dimana data transaksi yang dilakukan oleh koperasi dapat diakses melalui web. Pengurus koperasi dapat melakukan editing dan menyimpan data koperasi dengan web server. Selain itu, dengan berkembangnya berbagai jenis smartphone khususnya yang menggunakan Operating System Android, dapat diciptakan suatu aplikasi sistem informasi yang dapat terintegrasi dengan web server sehingga pengguna dapat mengakses sistem informasi koperasi secara mobile. Adapun apabila user tidak memiliki smartphone dengan OS Android, masih tetap dapat mengaksesnya melalui web browser yang tersedia pada masing-masing perangkat.  


Studi Literatur :
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam di Koperasi "Monang-Maning" Menggunakan Visual Studio  C#.Net 2005
I Gusti Putu Rustama Aryantha 
Jurusan Teknik Informatika
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS  Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 
Perancangan Sistem Informasi Mobile Berbasis Android Untuk Kontrol Persediaan Barang di Gudang
Muhammad Athoillah, M. Isa. Irawan 
Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  
Email: mii@its.ac.id